Konsep Pembelajaran Kitab Kuning

Konsep Pembelajaran Kitab Kuning
Oleh Saepul Millah, S.Pd.I
kitab

Untuk menghilangkan pendapat bahwa pembelajaran kitab kuning bersipat kompensional. Dari pihak pesantren haruslah melakukan beberapa konsep, diantaranya:
1. Pembaharuan Metode Pembelajaran
Model pembelajaran pesantren pada mulanya populer menggunakan metodik-didaktif dalam bentuk sorogan, bandongan, halaqah dna hafalan ( Nahrawi, 2008:27). Menurut Mastahu yang dikutip oleh Nahrawi, pembaharuan metode pembelajaran mulai terjadi sekitar abad ke-20 atau tepatnya sekitar tahun 1970-an. Dari pola sorogan berubah menjadi sistem madrasi atau klasikal. Tidak hanya itu, beberapa pendidikan keterampilan juga mulai masuk ke dunia pesantren.
2. Pembaharuan kurikulum
Dalam perkembangannya, hampir setiap pesantren telah melakukan pembaharuan kurikulum dengan memasukan pendidikan umum dalam kurikulum pesantren. Sifatnya bervariasi, ada pesantren yang memasukan pendidikan 30% agama dan 70% umum, ada pula yang sebaliknya, yakni 80% agama dan sisanya pelajaran umum ( Nahrawi, 2008:29).
3. Pembaharuan Evaluasi
Kemampuan santri biasanya, dievaluasi dengan keberhasilannya mengajarkan kitab kepada orang lain. Jika audensi merasa puas, maka hal itu santri yang bersangkutan dinilai telah lulus. Legalisasi kelulusannya adalah restu kiai bahwa santri tersebut diizinkkan pindah mempelajari kitab lain yang lebih tinggi tingkatannya dan boleh mengajarkan kitab lain yang lebih tinggi tingkatannya dan boleh mengajarkan kitab yang dikuasainya kepada orang lain ( Nahrawi, 2008:30).
4. Pembaharuan Organisasi/Manajemen
Seorang kiai sangat penting perannya dalam organisasi malah sebagai pengendali dan pengembang pesantren sesuai dengan visinya. Dan dalam konteks pembaharuan manajemen, meskipun peran kiai dipandang penting, tetapi kiai tidak ditempatkan pada posisi penentu kebijakan secara tunggal. Dari sini kerja dimulai dengan pembagian unit-unit kerja sesuai aturan yang ditetapkan pimpinan pesantren ( Nahrawi, 2008:31)
Adapun di Pesantren Kalangsari Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis melakukan perbaikan demi perbaikan dalam menentukan konsep pembelajaran kitab kuning terutama dalam penentuan metode dan tahap evaluasi pembelajaran. Hal ini diselaraskan dengan visi dan misi pesantren sebagai unggulan dalam mencetak para generasinya.

Tentang santrikalangsari

Pesantren kalangsari mendidik menjadi santri berprestasi dan berakhlakul karimah
Pos ini dipublikasikan di Makalah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s