Sejarah Salman Al Farisy

Nama lengkapnya Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk Al-Isfahani. Ia lebih dikenal dengan nama Salman Al-Farisi. Nama panggilannya adalah Abu Abdillah dan digelari dengan Salman Al-Khair.

Sebelum Islam datang, Salman memeluk agama Nasrani, karena ia terpikat dengan model sembahyang mereka. Suatu ketika, atas saran seorang pendeta yang ditemuinya di Mosul, Salman berusaha untuk mencari Rasul yang berhijrah ke Madinah. Sang pendeta mengabarkan bahwa seorang Nabi akan diutus pada zaman itu. Ia berpesan agar Salman mengikuti Nabi tersebut dan Nabi itu akan hijrah ke sebuah daerah yang banyak ditumbuhi pohon kurma dan daerahnya diapit dua bidang tanah yang berbatu hitam.

Tentang pencarian Salman, ia bercerita: Kebetulan pada suatu hari lewatlah suatu rombongan berkendaraan, lalu kutanyakan dari mana mereka datang. Tahulah aku bahwa mereka dari jazirah Arab. Aku pun berkata kepada mereka, ‘Maukah kalian membawaku ke negeri kalian dan sebagai imbalannya kuberikan kepada kalian sapi-sapi dan kambing-kambingku ini?’ Mereka pun menyetujuinya.

Demikianlah mereka membawaku serta dalam perjalanan hingga sampai di suatu negeri yang bernama Wadil Qura. Di sana aku mengalami penganiayaan, mereka menjualku kepada seorang Yahudi.

Ketika tampak olehku banyak pohon kurma, aku berharap kiranya negeri ini yang disebutkan pendeta kepadaku dulu, yakni yang akan menjadi tempat hijrah nabi yang ditunggu. Ternyata dugaanku meleset.

Mulai saat itu aku tinggal bersama orang yang membeliku, hingga pada suatu hari datang seorang Yahudi dari Bani Quraizhah yang membeliku darinya. Aku dibawanya ke Medinah dan demi Allah baru saja kulihat negeri itu, aku pun yakin itulah negeri yang disebutkan dulu.

Aku tinggal bersama Yahudi itu dan bekerja di perkebunan kurma milik Bani Quraizhah, hingga datang saat diutusnya Rasulullah saw yang datang ke Madinah. Pada suatu hari ketika aku berada di puncak pohon kurma, sedangkan majikanku sedang duduk di bawahnya, tiba-tiba datang seorang Yahudi saudara sepupunya yang berkata, ‘Bani Qilah celaka! Mereka berkerumun mengelilingi seorang lelaki di Quba yang datang dari Mekah dan mengaku sebagai Nabi!’

Demi Allah, baru saja ia mengucapkan kata-kata itu, tubuhku pun bergetar keras hingga pohon kurma itu bagai berguncang dan hampir saja aku jatuh menimpa majikanku. Aku segera turun dan aku bertanya kepada orang tadi, ‘Apa kata Anda? Ada berita apa?’

Bukan jawaban yang aku terima, melainkan pukulan telak dari majikanku seraya berkata, ‘Apa urusanmu dengan ini?! Ayo, kembali bekerja!’

Setelah hari petang, kukumpulkan semua yang ada padaku, lalu keluar dan pergi menemui Rasulullah saw. di Quba. Aku masuk menemuinya ketika beliau sedang duduk bersama beberapa orang anggota rombongan.

Lalu, kataku kepada mereka, ‘Tuan-tuan adalah perantau yang sedang dalam kebutuhan. Kebetulan aku mempunyai persediaan makanan yang telah kujanjikan untuk sedekah. Dan setelah mendengar keadaan tuan-tuan, menurut hematku, tuan-tuanlah yang lebih layak menerimanya, dan makanan itu kubawa ke sini,’ kataku sambil menghidangkan makanan di hadapan beliau.

‘Makanlah dengan nama Allah!’ sabda Rasulullah saw kepada para sahabatnya, tetapi beliau tidak sedikit pun mengulurkan tangannya untuk menjamah makanan itu.

Demi Allah, kataku dalam hati, inilah salah satu dari tanda-tandanya, yaitu ia tidak mau memakan harta sedekah.

Aku kembali pulang, tetapi keesokan harinya pagi-pagi aku kembali menemui Rasulullah saw sambil membawa makanan. Aku berkata kepadanya, ‘Kulihat Tuan tidak ingin makan makanan sedekah, tetapi aku mempunyai sesuatu yang ingin kuserahkan kepada Tuan sebagai hadiah’ sambil kutaruh makanan di hadapannya.

Kemudian kepada para sahabatnya bersabda, ‘Makanlah dengan menyebut nama Allah!’

Beliau pun turut makan bersama para sahabatnya. Demi Allah, inilah tanda yang kedua, yaitu ia bersedia menerima hadiah.

Aku kembali pulang dan tinggal di tempatku beberapa lama. Kemudian aku pergi mencari Rasulullah saw. dan kutemui beliau di Bapi’ sedang mengiringkan jenazah dan dikelilingi oleh para sahabatnya. la memakai dua lembar kain lebar, yang satu dipakainya untuk sarung dan satu lagi sebagai baju.

Kuucapkan salam kepadanya dan kutolehkan padanganku hendak melihat tanda di pundaknya. Rupanya ia mengerti maksudku, lalu disingkapkanlah kain burdahnya dari lehernya dan tampaklah tanda yang kucari di pundaknya, yaitu cap kenabian sebagaimana yang disebutkan oleh pendeta dulu.

Melihat itu aku meratap dan menciuminya sambil menangis. Lalu, aku dipanggil menghadap oleh beliau. Aku duduk di hadapannya, lalu aku ceritakan kisahku kepadanya.

Akhirnya, aku pun masuk Islam. Tetapi statusku sebagai budak menjadi penghalang bagiku untuk menyertai Perang Badar dan Perang Uhud. Kemudian pada suatu hari Rasulullah saw. memerintahkan kepadaku, ‘Mintalah kepada majikanmu agar ia bersedia membebaskanmu dengan menerima uang tebusan!’

Aku turuti perintah beliau dan para sahabat diperintahkan untuk membantuku dalam soal keuangan. Kemudian aku dimerdekakan dengan membayar kepada majikanku.

Demikianlah kisah keislaman Salman. Setelah merdeka, dia menjadi pahlawan penting dalam Islam. Dia ikut serta dalam perang Khandaq (parit), dan dia pula orang yang mengusulkan untuk menggali parit dalam perang ini berdasarkan pengalamannya dalam peperangan di Persia. Orang-orang Arab takjub dengan usulan Salman untuk menggali parit tersebut.

Tentang Salman, Rasulullah saw pernah mengatakan, ”Surga merindukan tiga orang, yakni Ali bin Abi Thalib, Ammar bin Yasir, dan Salman Al-Farisi.” Sementara Ali bin Abi Thalib pernah berkata, ”Siapa orang yang kalian miliki yang seperti Lukman Al-Hakim? Ia diberi pengetahuan tentang syariat terdahulu dan syariat yang turun belakangan; ia membaca dan mempelajari kitab suci yang terdahulu dan kitab suci yang turun paling akhir. Ilmunya bak lautan yang tidak pernah kering.”

Disarikan dari beberapa sumber

Tentang santrikalangsari

Pesantren kalangsari mendidik menjadi santri berprestasi dan berakhlakul karimah
Pos ini dipublikasikan di Kepramukaan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s