kedudukan pendidikan Islam dalam system pendidikan Nasional

Kedudukan Pendidikan Islam Dalam System Pendidikan Nasional
Oleh : Saepul Millah, S.Pd.I

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Sistem pendidikan Islam di Indonesia sudah berkembang sejak abad-abad pertama Islam datang ke Indonesia (sekitar 614 M), sebagaimana di uraikan oleh Thomas Arnold dalam bukunya the Preaching of Islam.
Dalam UU No.20/3002 tentang system pendidikan nasional (sisdiknas) Pasal 3 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Menyikapi system pendidikan nasional yang dikembangkan di Indonesia dengan berdasarkan Pancasila. Pendidikan Islam sangat mempengaruhi system tersebut. Terkait hal tersebut akan dijabarkan dalam makalah yang kami susun ini.
Pendidikan Islam sangat sekali mendukung system pendidikan nasional. Hal ini juga secara sepintas bias dilihat dalam tujuan pendidikan yang diterapkan di Indonesia yaitu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini dilakukan dalam pendidikan Islam.

1.2 Batasan Masalah
Sebelum merumuskan masalah yang dihadapi, perlu melakukan identifikasi terlebih dahulu. Berkaitan dengan hal tersebut, maka beberapa permasalahan muncul adalah.
1. Bagaimanakah pengertian pendidikan Islam ?
2. Bagaimanakah Konsep Pendidikan Islam
3. Bagaimanakah kedudukan pendidikan Islam dalam system pendidikan Nasional ?
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Memahami pengertian pendidikan Islam
2. Memahami konsep pendidikan Islam
3. Memahami kedudukan pendidikan Islam dalam system pendidikan nasional

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan Islam merupakan suatu upaya yang terstruktur untuk membentuk manusia yang berkarakter sesuai dengan konsekuensinya sebagai seorang muslim.
Istilah pendidikan Islam dapat dipahami dari tiga sudut pandang, Pertama, pendidikan agama Islam, Kedua, pendidikan dalam Islam. Ketiga, pendidikan menurut Islam. Dari kerangka akademik ketiga sudut pandang tersebut harus dibedakan dengan tegas karena ketiganya akan melahirkan disiplin ilmu sendiri-sendiri (Abuddin Nata, 2003:58).
Pendidikan agama Islam menunjukan kepada proses operasional dalam usaha pendidikan ajaran-ajaran agama Islam. Pendekatan ini kelak menjadi bahan kajian dalam “ilmu pendidikan Islam teritis”. Sedangkan pendidikan dalam Islam bersifat sosio-historis dan menjadi bahan kajian dalam “sejarah pendidikan Islam”. Selanjutnya pendidikan menurut Islam bersifat normative dan menjadi bahan kajian dlaam “filsafat pendidikan Islam”. Berkaitan dengan ketiga konsep tersebut maka pendidikan Islam yang dimaksus dalam makalah ini adalah konsep yang pertama.
Ahmad D. Marimba menyatakan pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hokum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Islam atau memiliki kepribadian muslim. Selanjutnya Mushtafa al-Ghulayani berpendapat bahwa pendidikan Islam adalah menanamkan akhlak yang mulia ke dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan petunjuk dan nasihat, sehingga akhlak mereka menjadi salah satu kemampuan yang meresap dalam jiwanya dan mewujudkan keutamaan, kebaikan, dan cinta bekerja bagi kemanfaatan tanah air.
Selanjutnya Azyumardi Azra menjelaskan tentang pengertian pendidikan Islam penekanannnya pada “bimbingan”, bukan “pengajaran” yang mengandung konotasi otoritatif pihak pelaksana pendidikan, katakanlah guru. Dengan bimbingan sesuai dengan ajaran-ajaran Islam maka anak didik mempunyai ruang gerak yang cukuo luas untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya.
Berdasarkan penegasan diatas maka dapat dipahami ilmu pendidikan Islam, adalah:
1. Ilmu pengetahuan praktis karena ilmu ini dilaksankan dalam kegiatan pendidikan dan bertujuan untuk dapat mengetahui ajaran Islam dan mengamalkannya.
2. Ilmu pengetahuan normative karena ilmu ini berdasarkan pada ajaran Islam, yakni al-Qur’an dan al-Sunnah dan mengarahkan pada manusia untk hidup sesuai dengan ajaran Islam dan memiliki harkat dan budaya yang tinggi.
3. Ilmu pengetahuan empiris karena obyek dan situasi pendidikannya berada dalam pergaulan manusia yang ada dalam dunia pengamalan.

2. Paradigma Pendidikan Islam
Beberapa paradigma dasar bagi sistem pendidikan dalam kerangka Islam:
1. Islam meletakkan prinsip kurikulum, strategi, dan tujuan pendidikan berdasarkan aqidah Islam. Pada aspek ini diharapkan terbentuk sumber daya manusia terdidik dengan aqliyah Islamiyah (pola berfikir islami) dan nafsiyah islamiyah (pola sikap yang islami).
2. Pendidikan harus diarahkan pada pengembangan keimanan, sehingga melahirkan amal shaleh dan ilmu yang bermanfaat. Prinsip ini mengajarkan pula bahwa di dalam Islam yang menjadi pokok perhatian bukanlah kuantitas, tetapi kualitas pendidikan. Perhatikan bagaimana Al Quran mengungkapkan tentang ahsanu amalan atau amalan shalihan (amal yang terbaik atau amal shaleh).
3. Pendidikan ditujukan dalam kaitan untuk membangkitkan dan mengarahkan potensi-potensi baik yang ada pada diri setiap manusia selaras dengan fitrah manusia dan meminimalisir aspek yang buruknya.
4. Keteladanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu proses pendidikan. Dengan demikian sentral keteladanan yang harus diikuti adalah Rasulullah saw. Dengan demikian Rasulullah saw. merupakan figur sentral keteladanan bagi manusia. Al quran mengungkapkan bahwa “Sungguh pada diri Rasul itu terdapat uswah (teladan) yang terbaik bagi orang-orang yang berharap bertemu dengan Allah dan hari akhirat”.

3. Dasar Pelaksanaan Pendidikan Islam di Indonesia

Pelaksanaan pendidikan agama di Indoenesia memiliki dasar yang cukup kuat, diantaranya dasar yuridis/hokum, religious, social psychologist. Ketiga dasar ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Dasar Yuridis/Hukum
Pelaksanaan pendidikan Islam di Indonesia berdasarkan peraturan perundang-undangan yang secara langsung maupun tidak, dapat dijadikan pegangan dalam melaksanaan pendidikan Islam di lembaga-lembaga pendidikan formal. Adapun dasar yuridis pelaksanaan pendidikan tersebut adalah:
Dasar ideal yakni falsafah Negara yaitu Pancasila, dengan sila pertamanya; Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung pengertian bahwa bangsa Indonesia memilki kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan untuk merealisasikan hal tersebut maka diperlukan pendidikan agam, karena tanpa pelaksanaan pendidikan tersebut ketaqwaan kepada Tuhan sulit untuk terwujud.
Di samping itu dasar pelaksanaan pendidikan Islam di Indonesia adalah UUD 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2, berbunyi: Negara berdasarkan atasa Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemeredekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya. Oleh karena dalam hal ini pendidikan agama adalah hal yang urgen untuk diselenggarakan dalam rangka melaksanakan ibadah dan kewajiban agama lainnya.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 1989, bab I pasal 11 ayat 7, bahwa pendidikan keagamaan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat mejalankan peranan yang menuntut penguasa pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan.
b. Dasar Religius
Yang dimaksud dengan dasar religious disini adalah dasar-dasar yang bersumber pada al-Qur’an dan al-Hadist tentang perintah melaksanakan pendidikan yang merupakan perintah dari Allah dan merupakan ibadah kepada-Nya. Diantaranya tertera dalam surat al-Nahl ayat 125:
             •     •      
Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.
c. Dasar Sosial Psychologis
Semua manusia di dalam hidupnya selalu membutuhkan adanya pegangan hidup yang disebut agama, yakni adanya perasaan yang mengakui adanya dzat yang maha kuasa, tempat mereka berlindung dan memohon pertolongan. Oleh karenanya manusia berusaha untuk mendekatkan dir pada Tuhan dalam rangka mengabdi pada-Nya. Dalam hal ini umat muslim membutuhkan pendidikan agama Islam agar dapat mengarahkan fitrahnya kepada jalan yang benar, sehingga mereka dapat mengabdi dan beribadah secara benar menurut ajaran Islam.
4. Pendidikan Sebagai Suatu Subsistem Dalam Pendidikan Nasional
Pelaksanaan pendidikan Islam dalam arti luas di bumi Pancasila ini mempunyai latar belakang sejarah dan kebudayaan bangsa yang tiang pertamanya dipancangkan pada abad ke-8 Masehi. Sampai saat ini pendidikan Islam telah berkembang dalam kurun waktu 12 abad lamanya di Indonesia. Pendidikan secara kultural pada umumnya berada dalam lingkup peran, fungsi dan tujuan yang tidak jauh berbeda, yakni berusaha mengangkat dan menegakan martabat manusia melalui transmisi yang dimilikinya, terutama dalam bentuk transfer of knowledge dan transfer of Values. Hal ini juga merupakan jangkauan dalam pendidikan Islam yang merupakan bagian dari system pendidikan nasional, sekalipun dalam pelaksanananya terdapat diskriminasi secara structural, seperti keberadaannya dibawah departemen agama untuk lembaga pendidikan agama atau madrasah dan sejenisnya, sedangkan pendidikan umum berada dalam departemen pendidikan nasional.
Dengan demikian, keberadaan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 tahun 1989, merupakan wadah formal supaya terintegrasinya pendidikan Islam dalam system pendidikan nasioanl dan dengan wadah tersebut, pendidikan Islam mendapat peluang serta kesempatan untuk terus dikembangkan. Peluang dan kesempatan untuk berkembang dapat dilihat dalam undang-undang tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Dalam pasal 1 ayat 2 dijelaskan bahwa pendidikan nasional, adalah pendidikan yang berakar oada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 tidak bias dipungkiri bahwa pendidikan Islam, baik sebagai system maupun institusinya merupakan wadah budaya bangsa yang berakar pada masyarakat Indonesia. Oleh karena jelas pendidikan Islam merupakan bagian integral dari system pendidikan nasional.
2. Pada pasal 4 diungkapkan tentang tujuan pendidikan nasional, yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Oleh karenanya perkembangan pendidikan Islam akan mempunyai peran yang menentukan dalam keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan nasional.
3. Pada pasal 10, bahwa pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, moral, dan keterampilan. Seperti dipahami dalam ajaran Islam bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama atau sebagai basis dan dengan masuknya lembaga pendidikan keluarga, menjadi bagian dasar system pendidikan nasional maka pendidikan keluarga muslim pun menjadi bagian yang tak terpisahkan dari system pendidikan nasional..
4. Pada pasal 11 ayat 1 disebutkan bahwa jelas pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah, terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik, dan pendidikan professional. Selanjutnya pada ayat 6 dijelaskan yang dimaksud dengan pendidikan keagamaan, adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan. Sebagaimana diketahui bahwa pengetahun tentang ajaran Islam, terutama yang berhubungan dengan nili-nilai keagamaan, moral, social budaya. Untuk itu pendidikan Islam dan lembaga-lembaganya tidak bias dipisahkan dari system pendidikan nasional.
5. Pada Pasal 39 ayat 2 dinyatakan, isi kurikulm setiap jenis dan jalur serta jenjang pendidikan, wajib memuat pendidikan Pancasila, pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan. Hal ini menandakan pendidikan Islam merupakan bagian dasar dan inti kurikulum nasional.
6. Pada Pasal 47 ayat 2 dinyatakan, bahwa cirri khas suatu pendidikan yang diselenggarkan oleh masyarakat tetap diindahkan. Artinya satuan-satuan pendidikan Islam baik yang berada pada jalur sekolah maupun pada jalur luar sekolah, akan tetapi tumbuh dan berkembang secara terarah dan terpadu dalam system pendidikan nasional. Berkaitan dengan hal itu dalam hal ini dalam peraturan pemerintah No. 28 tahun 1990 tentang pendidikan dasar pasal 1 disebutkan pendidikan dasar adalah pendidikan umum yang lamanya 9 tahun, diselenggarakan selama 6 tahun di sekolah dasar (SD) dan tiga tahun di SMP atau pendidikan yang sederajat. Selanjutnya pasal 3 ayat 3 disebutkan SD dan SLTP yang berciri khas agama Islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama masing-masing disebut Madarasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dengan demikian madrasah diakui sama dengan sekolah umum dan merupakan suatu pendidikan yang terintegrasi dalam system pendidikan nasional.
Dengan uraian yang berlandaskan pasal UU SPN No.2 tahun 1989 maka terlihat jelas posisi pendidikan agama Islam dalam system pendidikan nasioanl, dimana pendidikan Islam merupakan senyawa dalam proses pendidikan yang dilaksanakan. Hal ini terbukti pula bahwa pendidikan agama yang merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan di sekolah-sekolah, di samping posisi yang tepat dan strategis tersebut pendidikan Islam telah memperlihatkan eksistensinya dalam membantu keberhasilan pendidikan nasional, yakni untuk mencerdaskan bangsa dan menanamkan nilai ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

BAB III
KESIMPULAN

Pendidikan Islam merupakan bimbingan atau tuntunan pendidikan kepada peserta didik, dalam rangka mengarahkan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam agar mereka memiliki kepribadian muslim.
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 1989 merupakan Undang-Undang Pendidikan Nasional yang mengakomodasikan UUD 1945 tentang system pendidikan yang berlaku di Indonesia. Dengan ditetapkannya undang-undang tersebut maka bangsa Indonesia telah memiliki landasan yang strategis dan konstitusional mengenai penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Dengan demikian pendidikan di Indonesi hanya dikenal satu system pendidikan nasional, sehingga kegiatan pendidikan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun swasta/masyarakat mengacu pada system pendidikan nasional.
Maka sangat jelas kedudukan pendidikan Islam dalam system pendidikan Nasional diakui fungsi dan peranannya. Hal ini terlihat dalam perundang-undangan yang dikelurkan oleh pihak pemerintah yaitu dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 1989.

DAFTAR PUSTAKA

Abduddin nata, (2003). Kapita Selekta Pendidikan Islam. PT. Angkasa Bandung. Bandung.
Jusuf Amir, (1995). Reorientasi Pendidikan Islam. Gema Insani Press. Jakarta

http://pendidikan-islam.com/paradigma-pendidikan-islam.html

http://komstar.wordpress.com/2009/05/12/pendidikan-islam-dalam-sistem-pendidikan-nasional-di-indonesia/

Tentang santrikalangsari

Pesantren kalangsari mendidik menjadi santri berprestasi dan berakhlakul karimah
Tulisan ini dipublikasikan di Makalah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s